Perilaku Buruk Orang Dewasa Diduga Kurang ASI Saat Bayi

img
(Foto: dailymail)

Jakarta, Pernahkah melihat perilaku orang dewasa yang sangat buruk seperti gampang marah, egois suka kekerasan? Coba tanyakan kehidupannya saat bayi, apakah diberi ASI atau tidak? Karena perilaku buruk orang dewasa ternyata juga terkait dengan pemberian ASI atau tidak ketika kecil.

Peneliti dari Menzies School of Health Research di Darwin, Profesor Sven Silburn menuturkan terdapat bukti yang menunjukkan hubungan antara menyusui dengan kesehatan mental seseorang.

Jika saat bayi diberi ASI, maka tubuh orang saat bayi akan mendapat serotonin yaitu zat antistres yang banyak dibentuk dalam 2 tahun pertama kehidupan si bayi.

Zat antistres ini akan masuk ke dalam tubuhnya yang membuat anak menjadi tidak mudah marah, menghindari stres dan depresi serta mengurangi kemungkinan terkena gangguan mental saat dewasa nanti.

Sebaliknya sikap orang dewasa yang mudah marah, gampang stres, gampang depresi serta gampang terkena gangguan mental bisa jadi salah satu faktornya kurangnya asupan serotonin saat bayi alias tidak mendapatkan ASI.

Orang yang mendapatkan ASI saat masih bayi juga cenderung akan memiliki perilaku yang lebih baik, terhindar dari sifat kekerasan, kelalaian, meningkatkan kecerdasan serta menghindari sifat egois. Ini dikarenakan saat disusui anak mendapat perhatian yang cukup dari orangtuanya, sehingga anak tak perlu mencari-cari perhatian dengan melakukan perilaku yang buruk.

Karena efek negatif jika tidak diberikan ASI terbawa hingga dewasa, peneliti menyarankan agar ibu menyusui anaknya secara eksklusif sebab anak yang mendapatkan ASI akan memiliki perilaku yang lebih baik.

Sedangkan pada susu formula cenderung mengandung zat mangan (Mn) yang tinggi, zat ini bisa membuat anak menjadi cepat stres dan marah. Jika hal ini terus berlanjut, maka ada kemungkinan saat dewasa anak memiliki perilaku yang buruk.

Sebuah penelitian yang dilaporkan dalam pertemuan tahunan American Public Health Association menemukan bahwa orangtua yang memberikan ASI saat masih bayi cenderung jarang melaporkan adanya masalah perilaku pada anaknya.

“Ini merupakan temuan awal, tapi hal ini sudah menunjukkan jika orangtua tidak menyusui anaknya akan berpengaruh pada perilaku selama masa anak-anak ataupun jika sudah dewasa,” ujar Dr Katherine Hobbs Knutson, seperti dikutip dari HealthDay, Selasa (2/2/2010).

Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan orang yang mengonsumsi ASI saat masih bayi memiliki kemungkinan gangguan perilaku 37 persen lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak mendapatkan ASI.

ASI sebaiknya menjadi satu-satunya pilihan bagi bayi baru lahir hingga berusia 6 bulan, tapi akan lebih baik lagi jika ASI tetap diberikan hingga bayi berusia 2 tahun.

Sehingga membuat ikatan emosional antara ibu dan anaknya menjadi lebih kuat, hal ini juga yang membuat perilaku anak yang diberik ASI lebih baik daripada anak yang tidak mendapatkan ASI sama sekali.

http://health.detik.com/read/2010/02/02/154735/1291277/764/perilaku-buruk-orang-dewasa-diduga-kurang-asi-saat-bayi

Advertisements

About Kureka

http://www.keymochi.com

Posted on 2 February 2010, in Health. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: