Monthly Archives: February 2010

Daftar Nominator Academy Awards 2010

Gambar
Los Angeles – Academy Awards ke-82 akan digelar di Kodak Theatre, Hollywood, Amerika Serikat pada 7 Maret 2010 mendatang. Academy Awards tahun ini sepertinya akan menjadi milik film super laris ‘Avatar’ dan ‘The Hurt Locker’.

Seperti dikutip dari situs resmi Academy Awards, Rabu (3/2/2010), di ajang film paling bergengsi itu, ‘Avatar’ dan ‘The Hurt Locker’ sama-sama mendapat sembilan nominasi. Di antaranya, Sutradara Terbaik, Film Terbaik dan Editing Terbaik.

Ini dia, daftar lengkap nominator Academy Awards 2010 :

Performance by an actor in a leading role
Jeff Bridges (Crazy Heart)
George Clooney (Up in the Air)
Colin Firth (A Single Man)
Morgan Freeman (Invictus)
Jeremy Renner (The Hurt Locker)

Performance by an actor in a supporting role
Matt Damon (Invictus)
Woody Harrelson (The Messenger)
Christopher Plummer (The Last Station)
Stanley Tucci (The Lovely Bones)
Christoph Waltz (Inglourious Basterds)

Performance by an actress in a leading role
Sandra Bullock (The Blind Side)
Helen Mirren (The Last Station)
Carey Mulligan (An Education)
Gabourey Sidibe (Precious: Based on the Novel ‘Push’ by Sapphire)
Meryl Streep (Julie & Julia)

Performance by an actress in a supporting role
Penelope Cruz (Nine)
Vera Farmiga (Up in the Air)
Maggie Gyllenhaal (Crazy Heart)
Anna Kendrick (Up in the Air)
Mo’Nique (Precious: Based on the Novel ‘Push’ by Sapphire)

Best animated feature film of the year
Coraline
Fantastic Mr. Fox
The Princess and the Frog
The Secret of Kells
Up

Achievement in art direction
Avatar
The Imaginarium of Doctor Parnassus
Nine
Sherlock Holmes
The Young Victoria

Achievement in cinematography
Avatar
Harry Potter and the Half-Blood Prince
The Hurt Locker
Inglourious Basterds
The White Ribbon

Achievement in costume design
Bright Star
Coco before Chanel
The Imaginarium of Doctor Parnassus
Nine
The Young Victoria

Achievement in directing
Avatar
The Hurt Locker
Inglourious Basterds
Precious: Based on the Novel ‘Push’ by Sapphire
Up in the Air

Best documentary feature
Burma VJ
The Cove
Food, Inc
The Most Dangerous Man in America
Which Way Home

Best documentary short subject
China’s Unnatural Disaster: The Tears of Sichuan Province
The Last Campaign of Governor Booth Gardner
The Last Truck: Closing of a GM Plant
Music by Prudence
Rabbit à la Berlin

Achievement in film editing
Avatar
District 9
The Hurt Locker
Inglourious Basterds
Precious: Based on the Novel ‘Push’ by Sapphire

Best foreign language film of the year
Ajami (Israel)
El Secreto de Sus Ojos (Argentina)
The Milk of Sorrow (Peru)
Un Prophète (Prancis)
The White Ribbon (Jerman)

Achievement in makeup
Il Divo
Star Trek
The Young Victoria

Achievement in music written for motion pictures (Original score)
Avatar
Fantastic Mr. Fox
The Hurt Locker
Sherlock Holmes
Up

Achievement in music written for motion pictures (Original song)
Almost There (The Princess and the Frog)
Down in New Orleans (The Princess and the Frog)
Loin de Paname (Paris 36)
Take It All (Nine)
The Weary Kind (Crazy Heart)

Best motion picture of the year
Avatar
The Blind Side
District 9
An Education
The Hurt Locker
Inglourious Basterds
Precious: Based on the Novel ‘Push’ by Sapphire
A Serious Man
Up
Up in the Air

Best animated short film
French Roast
Granny O’Grimm’s Sleeping Beauty
The Lady and the Reaper
Logorama
A Matter of Loaf and Death

Best live action short film
The Door
Instead of Abracadabra
Kavi
Miracle Fish
The New Tenants

Achievement in sound editing
Avatar
The Hurt Locker
Inglourious Basterds
Star Trek
Up

Achievement in sound mixing
Avatar
The Hurt Locker
Inglourious Basterds
Star Trek
Transformers: Revenge of the Fallen

Achievement in visual effects
Avatar
District 9
Star Trek

Adapted screenplay
District 9
An Education
In the Loop
Precious: Based on the Novel ‘Push’ by Sapphire
Up in the Air

Original screenplay
The Hurt Locker
Inglourious Basterds
The Messenger
A Serious Man
Up

http://movie.detikhot.com/read/2010/02/03/160916/1292162/620/ini-dia-daftar-nominator-academy-awards-2010

Keyboard dan Ponsel Jadi Benda Paling Kotor



Ilustrasi (Ist.)

Jakarta – Tanpa disadari, banyak benda di sekitar kita yang berpotensi menjadi sarang kuman dan tempat berpindahnya virus, bakteri dan penyakit. Di antara semua benda yang sering dipegang, ada 10 benda paling kotor yang cukup membahayakan kesehatan meski sebenarnya tampak bersih.

Seperti dikutip dari Health, Selasa (2/2/2010), berikut ini 10 benda paling kotor yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

1. Uang

semua orang suka uang, tapi pastinya tidak akan ada yang suka dengan bakteri di dalamnya. Menurut Dr Darlington dari the Health Commissioner of New York, sekitar 135.000 bakteri ada pada uang, terutama uang kertas.

2. Tombol lampu
Biasanya orang terakhir atau pertama masuk di ruangan adalah yang paling sering bersentuhan dengan tombol lampu. Bakteri sangat senang hidup di area yang banyak disentuh oleh banyak orang itu. Menurut ahli sanitasi, dalam setiap inci tombol lampu ada sekitar 217 bakteri yang bisa berpindah dari tangank e tangan.

3. Keyboard komputer
Sebuah studi di Inggris pernah menyebutkan bahwa bakteri yang ada di keyboard komputer lebih banyak daripada bakteri yang ada di toilet. Untuk itu sebaiknya bersihkan keyboard secara rutin dengan alat khusus pembersih keyboard atau bisa juga dengan menggunakan lap basah.

4. Ponsel
Ponsel adalah barang yang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari. Akibat tidak lepas itu, maka ponsel dijadikan tempat favorit bagi ribuan bakteri untuk menetap. Bakteri suka menempel pada ponsel karena temperaturnya yang hangat dan cocok untuk pertumbuhannya. Untuk menghindarinya, saat ini sudah ada pelapis anti mikroba untuk ponsel yang bisa melindungi ponsel dari bakteri dan mengurangi risiko bakteri menempel di wajah dan tangan Anda.

5. Tempat duduk toilet
Meski terlihat bersih dan licin, tapi permukaan tempat duduk toilet yang terbuat dari porselin sangat berpotensi sebagai tempat berpindahnya virus, bakteri dan penyakit-penyakit tertentu. Data statistik menunjukkan, terdapat 295 bakteri dalam setiap inci permukaan tempat duduk toiletnya.

6. Kereta belanja

Berbelanja menggunakan kerete belanja memang lebih mudah dan mengasyikkan, tapi menurut peneliti dari University of Arizona, kereta belanja mengandung bakteri, air liur, dan bahan-bahan menjijikkan lainnya yang lebih banyak daripada eskalator, telepon umum bahkan kamar mandi umum.

7. Remote control

Seberapa sering Anda menumpahkan makanan pada remote control dan tidak membersihkannya? Lewat remote control, bakteri MRSA, SARS dan bakteri lainnya bisa masuk ke dalam tubuh. Jangan biarkan remote control menjadi ancaman saat Anda sedang asyik menonton TV.

8. Bak mandi

Bak mandi adalah bagian dalam rumah yang sering terlupakan. Ketika ada seseorang dalam keluarga yang terkena penyakit infeksi staphylococcus, infeksi saluran kemih, pneumonia, septicemia atau penyakit kulit, baru disadari bahwa bak mandi adalah sarangnya bakteri.

Percaya atau tidak, bakteri yang tergenang di dalam bak mandi lebih berbahaya daripada bakteri yang ada di dalam lubang toilet. Membersihkan bak mandi seminggu sekali bisa mengurangi risko penyakit yang tidak diinginkan.

9. Wastafel dapur

Dapur adalah tempat paling kotor diantara semua bagian rumah lainnya, apalagi bagian wastafelnya. Ada sekitar 500.000 bakteri yang terdapat pada setiap inci wastafel. Untuk mengatasinya, cobalah membersihkan wastafel dengan setengah cangkir baking soda dan setengah cangkir cuka. Setelah itu, jangan lupa siram dengan air untuk mendapatkan wastafel yang bersih dan higienis.

10. Spons untuk mencuci
Alat untuk mencuci piring ini adalah barang yang sangat nyaman dijadikan tempat berkembangnya bekteri karena memiliki kelembaban yang tinggi dan pori-pori yang kecil. Salah satu cara ampuh untuk menghilangkan bakteri dari barang ini adalah dengan memanaskannya dalam microwave selama 60 detik.

Penemuan ini tentu saja bukan untuk menakut-nakuti orang tapi sekedar mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan termasuk benda-benda kecil yang kerap kita anggap remeh.

http://www.detikinet.com/read/2010/02/02/144842/1291182/398/keyboard-dan-ponsel-jadi-benda-paling-kotor

Perilaku Buruk Orang Dewasa Diduga Kurang ASI Saat Bayi

img
(Foto: dailymail)

Jakarta, Pernahkah melihat perilaku orang dewasa yang sangat buruk seperti gampang marah, egois suka kekerasan? Coba tanyakan kehidupannya saat bayi, apakah diberi ASI atau tidak? Karena perilaku buruk orang dewasa ternyata juga terkait dengan pemberian ASI atau tidak ketika kecil.

Peneliti dari Menzies School of Health Research di Darwin, Profesor Sven Silburn menuturkan terdapat bukti yang menunjukkan hubungan antara menyusui dengan kesehatan mental seseorang.

Jika saat bayi diberi ASI, maka tubuh orang saat bayi akan mendapat serotonin yaitu zat antistres yang banyak dibentuk dalam 2 tahun pertama kehidupan si bayi.

Zat antistres ini akan masuk ke dalam tubuhnya yang membuat anak menjadi tidak mudah marah, menghindari stres dan depresi serta mengurangi kemungkinan terkena gangguan mental saat dewasa nanti.

Sebaliknya sikap orang dewasa yang mudah marah, gampang stres, gampang depresi serta gampang terkena gangguan mental bisa jadi salah satu faktornya kurangnya asupan serotonin saat bayi alias tidak mendapatkan ASI.

Orang yang mendapatkan ASI saat masih bayi juga cenderung akan memiliki perilaku yang lebih baik, terhindar dari sifat kekerasan, kelalaian, meningkatkan kecerdasan serta menghindari sifat egois. Ini dikarenakan saat disusui anak mendapat perhatian yang cukup dari orangtuanya, sehingga anak tak perlu mencari-cari perhatian dengan melakukan perilaku yang buruk.

Karena efek negatif jika tidak diberikan ASI terbawa hingga dewasa, peneliti menyarankan agar ibu menyusui anaknya secara eksklusif sebab anak yang mendapatkan ASI akan memiliki perilaku yang lebih baik.

Sedangkan pada susu formula cenderung mengandung zat mangan (Mn) yang tinggi, zat ini bisa membuat anak menjadi cepat stres dan marah. Jika hal ini terus berlanjut, maka ada kemungkinan saat dewasa anak memiliki perilaku yang buruk.

Sebuah penelitian yang dilaporkan dalam pertemuan tahunan American Public Health Association menemukan bahwa orangtua yang memberikan ASI saat masih bayi cenderung jarang melaporkan adanya masalah perilaku pada anaknya.

“Ini merupakan temuan awal, tapi hal ini sudah menunjukkan jika orangtua tidak menyusui anaknya akan berpengaruh pada perilaku selama masa anak-anak ataupun jika sudah dewasa,” ujar Dr Katherine Hobbs Knutson, seperti dikutip dari HealthDay, Selasa (2/2/2010).

Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan orang yang mengonsumsi ASI saat masih bayi memiliki kemungkinan gangguan perilaku 37 persen lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak mendapatkan ASI.

ASI sebaiknya menjadi satu-satunya pilihan bagi bayi baru lahir hingga berusia 6 bulan, tapi akan lebih baik lagi jika ASI tetap diberikan hingga bayi berusia 2 tahun.

Sehingga membuat ikatan emosional antara ibu dan anaknya menjadi lebih kuat, hal ini juga yang membuat perilaku anak yang diberik ASI lebih baik daripada anak yang tidak mendapatkan ASI sama sekali.

http://health.detik.com/read/2010/02/02/154735/1291277/764/perilaku-buruk-orang-dewasa-diduga-kurang-asi-saat-bayi