Senyum Manis di balik Kawat Gigi

Oleh Kompas Cyber Media

Dulu, kawat gigi dianggap aneh dan ?kurang gaul?. Gigi kok dipagari, kayak rumah aja! Tapi hari gini, kawat-kawat tadi malah menjadi ikon mode, meski fungsi utamanya tetap sebagai perapi geligi.

Dulu, orang pakai kawat gigi kesannya lebih seperti orang ?sakit?, persisnya punya kelainan pada tampilan giginya. Namun, setelah si ganteng Tom Cruise, aktor Hollywood itu. mengenakannya di awal 2002, citra kawat gigi jadi berubah. Ia memakai behel atau orthodontic brace bening itu untuk merapikan gigi atas dan bawahnya yang berbaris tak simetris. Sejak itu, TV Guide melaporkan, anak-anak Amerika tak takut dan malu lagi memakai kawat gigi …

Namun jauh sebelum itu, bangsa Mesir Kuno (3.000 – 2.200 SM) sudah mengaitkan geligi dengan kawat emas. Pierre Fauchard pun sudah membahas cara merapikan gigi dalam buku The Surgeon Dentist pada 1728. Disusul Edward Hartley Angle, yang pada 1887 memperkenalkan alat perapi gigi dan tata penggolongan sederhana untuk malocclusion (ketakteraturan letak gigi), yang masih dipakai sampai sekarang.

Berikutnya, Bourdet mengupas baris geligi dan penggunaan alat perapi dalam mulut dalam buku The Dentists Art (1957). Buku ini kemudian menjadi rujukan penting dalam orthodontics, ilmu merapikan geligi menggunakan teknik kawat gigi atau alat bantu lainnya.

Lantaran kawin campur

  • Saat ini, kawat gigi telah mengalami perkembangan berarti. Bentuknya pun beragam. Dari yang lepasan sampai cekat (tetap). Dari yang berbahan kawat sederhana, besi, sampai yang terbuat dari emas berhiaskan berlian.

Apa pun jenis, model, dan bahannya, prinsip kerjanya sama saja. Fungsinya juga tak berbeda, yaitu sebagai pegas pendorong atau penarik gigi. Terkadang juga sekadar dijadikan sebagai penghias gigi.

Maraknya jenis, model, dan bahan itu dimaksudkan agar terapi menjadi lebih efektif, nyaman, dan makin enak dipandang! Kawat gigi cekat mulai muncul di Amerika Serikat sejak 1970-an. Sedangkan di Indonesia baru mulai 1980-an dan kian populer pada awal tahun 2000-an.


?Sebaiknya, pemasangan (kawat gigi) dilakukan oleh dokter spesialis perapi gigi (orthodontist),? saran
drg. Maria P Indratoto, Sp.Ort. dari Rumah Sakit Gigi dan Mulut, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia (FKG UI). Itu pun kalau diperlukan. Jika susunannya normal, geligi berbaris rapi atau antara gigi atas dan bawah bisa tepat mengatup, menurut Maria, sebenarnya tak perlu dipagari. Begitu pula kalau sudah simetris – garis tengah dua gigi depan atas sejajar dengan garis tengah dua gigi depan bawah, sedangkan letaknya persis di bagian tengah wajah.

Namun, tak semua orang bagus susunan giginya. Prevalensi (angka kejadian) kelainan susunan geligi dan pengatupan rahang di Indonesia konon mencapai 80%. Kelainan ini menjadi masalah terbesar ketiga setelah gigi berlubang dan penyakit gusi.

Jika gigi-geligi terlalu berjejal, maju-mundur, gingsul, atau sebaliknya terlalu jarang, kawat gigi diperlukan untuk meluruskan. Juga pada kondisi rahang bawah normal, rahang atas maju (tonggos), atau sebaliknya, rahang bawah terlalu maju, rahang atas normal (cakil). Jika tak cepat ditangani, kelainan-kelainan itu akan membuat acara sikat gigi tak maksimal.


Akibatnya, gigi jadi gampang berlubang, tumbuh banyak karang gigi, gusi mudah berdarah, dan memun-culkan bau mulut tak Sedap. Pada tahap lebih parah, bahkan dapat menimbulkan gangguan sakit kepala dan otot leher.

Kelainan geligi biasanya disebabkan oleh faktor genetik, pola makan, dan perilaku.

Perkawinan campuran antara pria Batak yang berahang dan bergigi besar dengan wanita Sunda yang berahang dan bergigi kecil, misalnya. ?(Perkawinan itu) akan menghasilkan perpaduan rahang besar dan gigi kecil (pada anak keturunannya), hingga jarak gigi menjadi renggang. Atau sebaliknya, perpaduan rahang kecil dan gigi besar, sehingga gigi berjejalan,? kata Risqa Rina Darwita, Ph.D., pengajar di FKG UI.


Begitu juga dengan pola makan. Seperti diketahui, benih gigi mulai tumbuh saat janin berusia tiga bulan. Jika si ibu hamil suka makan ikan (kaya kalsium, vitamin A, dan D), rahang si calon bayi akan ikut menguat. Sebaliknya, kalau bayi atau anak terlalu lama dibiasakan makan bubur atau makanan lunak lainnya, rahangnya tak akan berkembang.


Gigi bertumpuk dapat juga dipicu dan seringnya anak mengisap jari atau dot sampai usia di atas enam tahun, sehingga rahang tak berkembang. Bisa juga lantaran gigi susu sebagai penuntun pertumbuhan gigi tetap tanggal terlalu cepat. Akibatnya, ada masa kosong gigi sebelum gigi tetap muncul. Gigi tetap pun jadi tumbuh seenaknya. Mengisap jari dan memainkan lidah pun bisa bikin gigi maju ke depan alias tonggos, karena saat anak-anak, akar giginya masih lemah.


Surat perjanjian

  • Omong omong kapan sebaiknya kawat gigi digunakan ?

Anak akan memasuki tahap gigi campur (pergantian gigi susu ke gigi tetap) pada usia sekitar enam tahun. Tapi saat itu mereka belum perlu kawat gigi, kecuali pada kasus-kasus khusus yang berhubungan dengan bentuk gigi atau rahang yang sangat ekstrem. Misalnya gigi menumpuk dan mengarah pada bibir, atau pertemuan gigi yang amat menyilang hingga gigitan sangat jauh.

Normalnya, orthodontist akan menyarankan pemasangan kawat gigi pada akhir masa gigi campur atau ketika anak memasuki masa pubertas (12 tahun). ?Walaupun sudah kelihatan berjejalan, sebaiknya biarkan gigi tetap tumbuh dulu sampai sekitar usia 12 tahun, agar perkembangan rahangnya maksimal,? kata drg. Maria.

Untuk memastikan gigi pasien dipagari dengan benar, orthodontist akan mengamati dan mengambil data pasien selengkap mungkin, meliputi pemeriksaan klinis geligi,seperti pencatatan gigitan dan ke simetrisan gigi, serta katupan geligi. Semua masalah seperti gigi bolong, karang gigi, kelainan jaringan gigi, dan perawatan saraf gigi, jika ada, harus ditangani dulu, sehingga gigi benar-benar bersih dan sehat.


Perawatan dengan bantuan kawat ini perlu kedisiplinan tinggi, karena meliputi seluruh gigi. Termasuk mengarahkan gigi yang belum tumbuh, agar mendukung perbaikan tumbuhnya rahang. Kalau perlu, dilakukan pengambilan foto rontgen yang mencakup dua sudut pengambilan, yaitu panoramik (raut seluruh geligi dan tulang) serta chepalometri (kedudukan rahang, tulang muka dan geligi).

Selanjutnya, dilakukan pencetakan geligi untuk mendapatkan model. Dari hasil foto rontgen dan cetakan geligi inilah dilakukan analisis kelainan untuk rencana perawatan. Misalnya, berapa mili-meter ketidaknormalannya? Apakah cukup diasah atau plus pemakaian kawat gigi lepasan? Perlukah mencabut geraham kecil di belakang gigi taring, masing-masing dua di atas dan di bawah? Pada rahang cakil, perlukah operasi pemotongan tulang bawah oleh orthodontist dan ahli bedah mulut?

Berikutnya, akan dipaparkan secara detail rencana perawatan dan pembiayaan. Karena perawatan berlangsung lama, antara enam bulan sampai tiga tahun (tergantung berat-ringannya kasus), ongkosnya relatif mahal.

Pasien pun harus bersedia menandatangani Inform Consent alias persetujuan perawatan, baik untuk perawatan dengan kawat gigi lepasan maupun cekat.

Harga kawat gigi lepasan bikinan lokal, yang bisa dipakai selama enam bulan, berkisar Rp 500.000,- – Rp 2 juta. Sedangkan cekat, antara Rp 3,5 juta dan belasan juta rupiah, tergantung jenis dan bahan kawat gigi dan tempat praktik dokternya. Mahalnya biaya terutama karena sebagian besar perangkatnya berteknologi canggih, berdimensi mikro dengan ketepatan tinggi, masih diimpor pula.

Komponen kawat gigi berupa brace atau bracket yang menempel pada gigi, kawat, pengikat kawat, dan bracket, serta band (cincin di geraham belakang). Bahannya bisa dari porselen atau keramik, komposit dan plastik yang sewarna gigi atau metal berwarna perak.


Pada kasus tertentu dilengkapi head gear yang dipakai di luar mulut untuk perawatan gigi tonggos, berupa lepasan yang hanya dipakai saat tidur, agar tak mengganggu penampilan. Ada juga face mask atau chin cap untuk rahang cakil, yang juga lepas pakai, minimal delapan jam per hari.

Puasa soda

  • Alat yang sifatnya lepasan hanya boleh dicopot saat makan atau menggosok gigi. Sementara pemakai cekat dengan straight wire (kawat lentur) dan bracket standar perlu teratur memeriksakan diri minimal 3 – 5 minggu sekali, agar orthodontist bisa melihat perkembangannya, sekaligus mengencangkan kawat sesuai pergerakan gigi.

Biaya kontrolnya berkisar Rp 75.000,- – Rp 250.000,-.

Setelah masa perawatan aktif selesai, pasien masih harus menggunakan retainer selama enam bulan untuk menjaga kestabilan hasil perawatan aktif. Bentuknya berupa seutas kawat di bagian dalam gigi depan, yang lebih mudah berubah letak, bisa berupa lepasan atau cekat pasif. Harganya mulai Rp 500.000,-.


Selama pemasangan kawat gigi aktif dan retainer, kebersihan dan perilaku makan harus dijaga betul. Sebaiknya, pemakai menggunakan sikat gigi khusus vertikal dan horizontal yang mampu membersihkan kotoran di sela-sela gigi dan kawat. Harga sikat gigi khusus itu Rp 20.000,- – Rp 25.000,-. ?Namun, yang penting, gigi disikat minimmal dua kali sehari atau tiap kali sesudah makan,? ujar drg. Maria.

Walau tak ada pantangan, sebaiknya hindari makanan yang manis, lengket, liat, dan bersoda, karena makanan macam itu lebih sulit dibersihkan. Makanan padat dan keras kayak apel, sebaiknya dipotong kecil-kecil. Jangan coba-coba melepas atau menyetel kawat gigi yang sudah dipasang.


Jika bracket lepas, atau kawatnya ada yang menusuk gigi, mengadulah segera ke dokter.


Sejumlah pasien mengeluhkan rasa nyeri dan tak nyaman. Wajar, karena ada benda asing di dalam mulut. Ada juga pasien yang mengeluhkan datangnya seriawan, pascadesakan kawat gigi ke selaput lendir. Namun, percayalah, kalau dokternya terampil dan bekerja dengan rapi, problem-problem tadi mestinya tak terjadi, atau setidaknya dapat dikurangi.

Memasang pagar gigi memang tak semudah memagari rumah. Tapi jika sukses, senyum yang dilontar-kannya bisa jauh lebih manis ketimbang senyum dari balik pagar rumah. (Intisari)

http://www.depkes.go.id/index.php?option=articles&task=viewarticle&artid=233&Itemid=3

About Kureka

http://www.keymochi.com

Posted on 10 October 2009, in Health. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: